
SEMARANG — Peringatan Hari Kartini di SD Negeri Petompon 02 tahun ini dikemas dengan cara istimewa dan sarat makna. Tidak sekadar mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini, SD Negeri Petompon 02 melaksanakan ziarah ke makam Mbah Sholeh Darat, sosok ulama sekaligus guru yang memberi pengaruh besar terhadap pemikiran Kartini, pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya peran guru dalam membentuk peradaban. Di tengah suasana khidmat, rombongan pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti doa bersama dan refleksi sejarah, menelusuri jejak hubungan keilmuan antara Raden Ajeng Kartini dan Mbah Sholeh Darat yang melahirkan semangat pembebasan melalui pendidikan.
Kepala SD Negeri Petompon 02, Bapak Bayu Wijayama, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini kali ini sengaja dihadirkan berbeda agar memiliki nilai pembelajaran yang lebih mendalam. “Kami ingin memaknai Hari Kartini dari akar sejarahnya, bahwa di balik pemikiran besar Kartini, ada peran seorang guru hebat. Ini menjadi pengingat bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi penyalur peradaban,” tuturnya.
Salah satu guru yang ikut ziarah, Bapak Suparman, S.Pd., turut menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Berziarah ke makam guru Kartini memberi kami inspirasi luar biasa. Kami diingatkan bahwa jejak seorang guru bisa hidup melampaui zaman, melalui ilmu yang diajarkan dan nilai yang diwariskan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Negeri Petompon 02 tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga meneguhkan penghormatan terhadap guru sebagai sumber ilmu, pembentuk karakter, dan penggerak perubahan. Semangat Kartini pun dimaknai lebih utuh—bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang kekuatan pendidikan yang lahir dari sentuhan seorang guru.
(Tim Media)